Mengenal lebih dekat Ikan Nila

@larva nila usia 1 hari

Ied Mubarok 1439 H

Selamat siang bro,,,udah pada balik mudik blom nih..Saya doakan supaya selamat di perjalanan sampai pulang ke rumah.

Kali ni saya mau berbagi ilmu otodidak bagaimana membudidayakan ikan nila di kolam kita yang di rumah sendiri. Learning By Doing kata orang barat mah,,, sedikit cerita kenapa Saya suka dengan ikan jenis ini.

Pertama saya berkenalan, saat itu kalo tidak salah di daerah Sukabumi Jawa Barat sekitar tahun 2004 setelah hari raya idul fitri, saya dan kawan-kawan kampus Unila asal Jabodetabek dan Karawang silaturahim dengan keluarga di Sukabumi Jawa Barat. Di sana kami dijamu dengan ramah dan baik oleh tuan rumah. Nah ternyata di Sukabumi adalah pusat tambak ikan nila, kami nyerok sendiri ikan nilanya,,,wiuh seneng banget deh,,serasa balik ke suasana pedesaan dulu.

Ikan Nila merupakan ikan jenis air tawar yang hidup berkelompok. Asal aslinya di perairan Sungai Nil, makanya disebut NILA/ tilapia Nil (Nile tilapia; Oreochromis niloticus). Ribuan tahun sebelum masehi, ikan nila telah menghuni perairan sungai Nil di Mesir Afrika dan dibudidayakan oleh manusia. Kemudian dibawa ke luar Afrika seperti benua Asia dan Amerika. Pertama kali masuk ke Indonesia sekitar tahun 1969 setelahnya bibit ikan nila diimpor oleh Lembaga Perikanan setempat.

Kemudian persebarannya secara merata ke seluruh nusantara, hal ini tidak heran karena kemampuan adaptasi dari ikan nila sangat tinggi di lingkungan hidupnya. Ikan Nila hampir memakan semua yang ada (omnivora) seperti tanaman air, lumut, plankton, invertebrata air bahkan ikan ikan kecil yang berukuran kecil termasuk anaknya sendiri…rakus yah..

Kemampuan bereproduksinya juga sangat cepat, betina umur 6 bulan sudah dapat mulai kawin dan menghasilkan anakan ikan nila. Usia hidupnya sampai 10 tahun loh….wow tua juga y…

Ada yang menarik dalam proses penetasan telur oleh indukan betina, yaitu ketika betina melepaskan telur yang jumlahnya 200-1000 buah ke dalam cekungan sarang yang telah dibuat jantan di dasar sungai/kolam. Sang jantan memiliki perilaku teritorial, artinya dia akan menjaga daerah kekuasaannya, sifatnya akan berubah protektif(sangar/marah) saat ini. Kalau ada pejantan lain mencoba masuk maka akan diusir dan kalau ada betina yang masuk kemudian tertarik dengan sarang yang telah dibuat sang jantan, akan terjadi proses pembuahan disana saat sel telur betina bertemu dengan sel sperma sang jantan.

Setelah pembuahan, betina memakan kembali telur-telurnya lalu dimasukkan ke dalam mulut persis seperti Ikan Arwana. Hal ini adalah naluri/insting binatang untuk mempertahankan populasinya. Proses pengeraman/penetasan membutuhkan waktu kira-kira 3 hari, baby nila sudah lepas dari cangkang telurnya tetapi masih ada cadangan makanan yg menempel tubuhnya seperti bola-bola kecil berwarna kuning. Tujuh hari ke depan betina masih menjaga baby nila di dalam mulut dan akan melepaskan keluar ketika mereka sudah bisa berenang bebas. Sang betina akan terlihat kurus selama mengasuh baby nila, namun tidah usah kuatir karena dia memang puasa alias tidak makan. Usia 2 minggu baby nila akan meninggalkan mulut induknya dan mulai hidup sendiri.

Ada dua jenis ikan nila yaitu nila hitam dan merah, manusia membudidayakan ikan konsumsi ini karena dagingnya enak, duri tidak terlalu banyak, mudah berkembang biak, bisa hidup di kondisi perairan apapun dan sangat cepat peningkatan bobot badannya. Nila jantan adalah favorit karena lebih cepat besar dibandingkan yang betina karena jantan tidak ada waktu untuk istirahat makan seperti betina ketika sedang proses perkawinan.

Dengan kemampuan adaptasi dan berkembang biak yang cepat ikan nila juga punya sisi negatif, kok bisa ya,,,bisa dunk…

Ikan jenis ini dikuatirkan akan semakin massive perkembangannya dan akan mengalahkan ikan ikan kecil alami di perairan-perairan alami seperti sungai atau habitat lainnya. Mengganggu ekosistem, ibarat ikan predator yang siap memangsa ikan apa saja yang ditemuinya. Populasi ikan asli atau hewan air penghuni perairan bakal terancam punah akibat desakan ikan nila tersebut. Oleh karenanya sejogyanya ikan nila di pelihara atau dibudidayakan di kolam agar tidak mengganggu habitathewan air/ ikan alami asli.

to be continued…….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tinggalkan Balasan