Cara Mudah dan Murah Kultur Artemia

Selamat Siang,

Burayak uda pada lahir bro..senengnya seperti nungguin istri mo lahiran,,wkwkkw…merawat burayak hampir mirip ya sebelas 12 lah dengan merawat bayi. Harus diperhatikan semua faktor mulai dari lingkungan hidupnya, airnya, supply kebutuhan pakannya, dan perlakuan lainnya yang tentunya membutuhkan fokus dan konsisten untuk menjaga tumbuh kembang burayak serta mengurangi potensi kematian pada usia dini.

Pakan hidup adalah makanan utama yang paling cocok, kandungan protein tinggi dibutuhkan oleh burayak uang baru netes usia 4 hari, ingat usia 4 hari,,,kenapa kok usia 4 hari???

Begini….bro…burayak itu kan masih kecil banget kayak titik-titik hitam gtu. Pada usia 1-3 hari cadangan makanan masih tersimpan diperutnya, jadi tidak perlu dikasih makan dulu. Keesokannya harinya baru boleh diberi pakan hidup, kalo Saya sarankan seperti kutu air, microworm atau artemia.

Ngomong-ngomong artemia….?? Apa sih,,,nih Saya kasih bocoran…

Artemia adalah termasuk kelompok udang-udangan dari phylum Atrhtopoda, saudara dekat zooplankton lain seperti copepoda dan daphnia. Habitat hidupnya pada air asin atau danau-danau garam di seluruh dunia. Udang ini toleran terhadap salinitas yang sangat luas, mulai dari air tawar hingga jenuh garam, secara alamiah salinitas danau dimana mereka hidup sangat bervariasi tergantung pada besarnya curah hujan dan penguapan yang terjadi. Artemia juga pakan alami yang sangat penting dalam budidaya pembenihan ikan laut, krustacea, ikan konsumsi air tawar dan ikan hias air tawar karena ukurannya sangat kecil. Disamping nilai gizi sangat tinggi dan sesuai untuk larva ikan agar tumbuh lebih cepat.

Sekarang simak baik-baik ya,,,cara netesin artemia mudah banget..ikuti langkah berikut:

Siapkan alat dan bahannya, yaitu:

  1. bibit artemia 10 gr (kista artemia)
  2. aerator
  3. selang aerator
  4. lem bakar
  5. 2 buah botol bekas air mineral ukuran 600
  6. garam ikan (1 sendok makan)
  7. air 300 ml

Total Biaya :

  • bibit artemia 10 gram  Rp. 25.000
  • garam ikan kemasan Rp. 5.000
  • aerator Rp. 30.000
  • selang aerator 1 meter Rp. 1.500
  • murah kan cuma total Rp 61.500

Caranya kayak gini nih:

  • Potong bagian bawah botol pertama (sebagai wadah kultur artemia), lalu potong jadi dua bagian botol kedua, pisahkan bagian bawahnya saja(sebagai tempat penyangga botol pertama)
  • ambil tutup botol dan buat lubang sebagai tempat selang aerator lalu di lem memakai lem bakar di bagian dalam serta luar tutup botol
  • taruh botol pertama posisi terbalik diatas botol kedua, jangan lupa lubangi botol kedua sebagai tempat masuk selang aerator
  • siapkan larutan air garam lalu masukkan ke botol pertama
  • masukkan bibit artemia, cukup seujung sendok teh saja
  • kemudian nyalakan aerator
  • tunggu selama 18-24 jam dan matikan aerator
  • in sya alloh akan menetas
  • aamiiiin
  • setelah itu dipanen secukupnya
  • nyalakan kembali aerator karena artemia dapat hidup 3-4 hari setelah netas

Nah setelah menetas kita kasih perlakuan dulu yah..jangan langsung dikasih sama cangkangnya,,simak terus ok, artikel selanjutnya akan membahas bagaimana Memanen Artemia.

Semoga Bermanfaat,

wassalam

 

 


1 tanggapan pada “Cara Mudah dan Murah Kultur Artemia”

  1. Pingback: Cara menetaskan telur Nila dengan botol – Vovo Blog

Tinggalkan Balasan