Cara Membuat Media Kolam Pemijahan Ikan Nila

Vovoblog.com- Ikan Nila merupakan ikan konsumsi yang sangat laris manis di masyarakat saat ini. Dagingnya yang terkenal gurih dan enak, apalagi dibakar, yumm…lezat deh. Kalau Saya favorit Ikan Nila Bakar sambal Kecap. Resep bisa dicari di halaman google..hehehe…

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi, kebetulan saya punya kolam di rumah. Dari mulai telur sampai besar secara otodidak mengembangbiakkan Nila sendiri. Cara mengembangbiakkannya terbilang sangat mudah. Ikan ini akan mencapai usia matang siap kawin mulai 4 bulan ke atas. Dengan ciri-ciri Jantan lebih besar ukuran tubuhnya, ketika di urut bagian dubur akan mengeluarkan sperma(cairan putih) sedangkan Betina pada umumnya lebih kecil dari Jantan. Ciri lain dari Betina adalah ada 2 lubang di bagian duburnya. Satu dubur yang lain adalah alat kelaminnya.

Satu ekor Betina (usia 4 bulan) akan mengeluarkan telur 100-300 ekor dan mengerami telur tersebut di dalam mulutnya, hampir sama dengan Ikan Gurame atau Arwana. Bila mencapai usia di atas 1 atau 2 tahun, bisa bertelur lebih banyak lagi berkisar 500-2000 telur untuk satu Indukan Betina. waw,,,banyak kali yah,,,

Langkah selanjutnya, persiapan kolam sebagai tempat pemijahan. Siapkan kolam ukuran 1 X 2 meter. Ketinggian air 30-50 cm dari dasar kolam. Kolam bisa menngunakan terpal plastik biru, kolam semen ataupun kolam tanah. Taruh bata atau batako atau batu kemudian bentuk ukuran kotak 20 cm x 25 cm di setiap sudut kolam. Fungsinya sebagai tempat indukan kawin dan bertelur atau sebagai sarangnya, karena Indukan Nila akan sangat agresif dan menjaga daerahnya (teritorial) saat dia memasuki tahap kawin. Perbandingan ikan indukan Jantan dan Betina 1 : 3. Satu jantan akan membuahi 3 ekor betina.

Lalu setelah kolam sudah siap, masukkan Indukan Jantan dan Betina secara bertahap. Pemberian pakan seperti biasa, klo saya pagi dan sore dikasih pelet dan daun talas secukupnya. Tunggu selama paling lama 1 bulan untuk proses perkenalan dan perkawinan indukan. Perhatikan Indukan Betina yang mulutnya akan terlihat membesar dan tidak nafsu makan dikarenakan sedang mengerami telur-telurnya. Tingkahnya akan super agresif dan akan mengusir apa saja yang mendekatinya.

Setiap pagi dan sore perhatikan kolam dan cek apakah baby nila sudah muncul di permukaan atau belum, kalau sudah, anakan / baby nila segera dipisahkan memakai serokan ikan ke dalam wadah atau kolam sendiri. Kolam ini sebelumnya sudah disiapkan ya, atau bisa memakai air kolam dari kolam indukannya. Agar tidak stress dan rentan mati massal, tutupi permukaan kolam dengan penutup, atau waring, paranet dsb. Pakan alternatif artemia, cacing sutra, microworm dan kutu air sebagai tambahan. Pelet ikan juga bisa kok, namun jangan banyak-banyak, secukupnya saja. Kalau kebanyakan akan mempengaruhi kualitas air yang berakibat anakan/baby nila mudah mati.

Perlakuan memakai aerator diperbolehkan asal tidak terlalu besar semprotannya agar perputaran udara oksigen di dalam air merata dan baik. Tiga indukan nila ini akan menghasilkan sekitar 300-600 anakan. Ingat…PISAHKAN ANAKAN dengan Indukannya y..

Next Artikel akan mengupas cara menetaskan telur nila di dalam wadah, see ya..

wassalam

 


Tinggalkan Balasan